Menang Tanpa Ngasorake ~ Katebe Blog's

Wednesday, September 27, 2017

Menang Tanpa Ngasorake


Apakah Kamu Tahu Arti Dari Kalimat “menang tanpa ngasorake”.??
Coba Simak Tulisan Dibawah Ini ..

Salah satu ajaran Jawa yang sangat relevan untuk diterapkan dewasa ini berbunyi: “menang tanpa ngasorake”.
Ngasorake artinya merendahkan atau menistakan. 
Kata ngasorake dapat dipadankan dalam kata Inggris ‘humiliating’ atau arti yang lebih ringan adalah ‘embarrassing’ (mempermalukan).

Para diplomat professional tentu akrab dengan praktek mendapatkan sesuatu dari suatu negara tanpa harus membuat negara yang bersangkutan merasa dipermalukan atau direndahkan. 
Banyak lika-liku diplomasi yang harus dilakukan untuk mencapai keadaan ‘menang tanpa ngasorake’ dalam hubungan antar negara bersahabat.

Dewasa ini strategi ‘menang tanpa ngasorake’ sudah tidak dikenal lagi dalam pergaulan politik, pergaulan antar kelompok serta antar pribadi. 
Sering terjadi para pihak saling merendahkan dengan kata-kata kasar atau melakukan fitnah untuk dengan tujuan untuk memenangkan sesuatu.

Masyarakat pada berbagai lapisan kehidupan hanya mengetahui satu cara untuk memenangkan sesuatu, yaitu kekerasan (violence) atau penistaan (humiliation)
Dapat menistakan orang lain menjadi lebih penting dari pada memenangkannya. 
Hal sama saja dengan membunuh sebanyak mungkin musuh lebih penting dari pada memenangkan perang.

Strategi ‘menang tanpa ngasorake’ sangat penting untuk menjaga tetap suburnya perbedaan yang diperlukan dalam kehidupan demokrasi. 
Tanpa perbedaan atau tanpa bersedia menerima perbedaan adalah strategi untuk menuju ke arah kehidupan tirani, diktatorisme, absolutisme dan sejenisnya.

‘Menang tanpa ngasorake’ adalah strategi untuk mencapai hormoni yang dinamis. 
Strategi ini dapat dipertajam dengan menciptakan situasi ‘win-win’ atau kedua belah pihak sama-sama menang. 
Jadi tidak ada pihak yang kalah karena kedua pihak mendapatkan apa yang diperlukan atau diinginkan.

Berbagai masalah dapat diselesaikan kalau para pihak dapat mencapaikan ‘win-win situation’
Konflik pertambangan dengan masyarakat tidak perlu terjadi kalau perusahaan yang ingin mendapatkan mineral bersedia memberikan apa yang diperlukan dan dibutuhkan masyarakat. 
Pemerintah kota harus mencari cara agar keindahan kota tetap terjaga tetapi pedagang kaki lima dapat tetap hidup.

Dalam demokrasi Indonesia, kekuasaan DPR berkembang secara meluas dan intens. 
Anggota DPR yang merasa mendapat hak mengawasi pemerintah seharusnya tidak perlu mencaci maki presiden atau menteri dengan kata-kata dan nada yang mengerikan. 
Fungsi pemerintah adalah mengurus rakyat sedang DPR adalah mewakili rakyat. 
Jadi keduanya punya satu tujuan. 
Seharusnya dapat dicari jalan mengurus rakyat tanpa saling ngasorake.

Yang perlu dipertanyakan adalah mengapa orang lebih senang menempuh jalan ‘ngasorake’ untuk menang? 
Apakah dengan ngasorake kemenangan akan lebih mudah dicapai? 
Di mana letak kenikmatan dan keindahan sebuah kemenangan kalau harus dicapai dengan menciptakan penderitaan pihak lain?

Komentar Facebook
0 Komentar Blogger


EmoticonEmoticon